Selasa, 22 Desember 2015

Part 3
Indah dan Fatin

Setalah lama menyukai indah dalam diam, akhirnya aku membuat kemajuan dengan memberanikan diri menanyakan nomor handphone indah kepada temannya fatin. Fatin adalah teman dan tetangganya indah, dan kebetulan fatin adalah teman sekelasku. Dari fatin kemudian aku mengetahui nomor indah.
“apa yang aku harus aku tulis, aku harus bilang apa, apakah dia akan membalas, bagaimana ini” aku resah sendiri sambil memegang handphone yang ku pinjam dari orang tuaku. Aku bingung sendiri harus menulis sms apa ke indah.
“maaf, bener kan ini nomer indah ?” sms pertama yang ku kirim kepada indah. dengan resah aku menunggu balasan dari indah, cukup lama aku meunggu tapi tak ada balasan sama sekali. “mungkin orang tuanya yang membaca pesanku, bagaimana ini, dia gak mungkin membalas pesanku” pikirku resah tak karuan.
Drrrrtttt....drrrrttttt....
Handphone yang ku letakkan di sampingku pun bergetar. Ternyata ada pesan masuk, perlahan dengan penuh harap ku raih handphone dan kubuka pesan masuk tersebut. Dan benar itu balasan dari indah, bukan orang tuanya. “iya, ini indah, ini siapa ya ?” balasan singkat dari indah. “ini karman, tau kan ?” balasku singkat. “oh iya, ada apa ?” indah kembali membalas. “aku harus bilang apa lagi” aku bicara sendiri. “nggak Cuma mau smsan aja” kata yang akhirnya ku pilih untuk membalas pesan indah. “ohhhh... kirain ada apa” jawab indah singkat dan membuatku bingung harus membalas apalagi, padahal aku ingin lebih lama untuk sekedar saling berbalas pesan dengannya. Namun karena aku kehabisan kata-kata dan dengan pikiran “paling dia tidak akan membalas pesanku lagi kalu tidak penting”, aku pun mengakhiri bincangan kami lewat handphone malam itu.
Setelah keberhasilan yang berakhir dengan kegagalan pada chatingan pertama, akupun kembali memberanikan diri untuk mengirim pesan kepada indah. “hai indah, lagi ngapain ?” pesan basa-basi singkat yang ku kirim ke indah. “kali ini apakah di akan membalas lagi setelah tau aku yang mengiriminya pesan” ucapku dalam hati.
Drrrrrtttt...drrrrrttttt.... ponselku bergetar, ternyata indah membalas pesanku. “gak lagi ngapa2in, kenapa ?” balasan singkat indah. “gpp Cuma mau smsan aja”, jawabku kembali. “ohhhhh” balasan indah semakin singkat. Dengan basa basi yang lumayan panjang akhirnya aku memberanikan diri bertanya, “ketemu yuk, pengen juga ketemu kamu”. “maaf aku gak bisa” kata penolakan indah yang kubaca di pesan masuk. “kenapa ?” balasku singkat. “gpp gak mau aja, aku gak biasa ketemuan sama orang, apalagi laki-laki” balas indah. “ohhhhh... yaudah, mudahan kapan2 bisa ketemu”, jawabku kembli. Chatingan kami malam itu pun berakhir lagi. Berakhir dengan kegagalan kembali.

Bersambung...

-K-
Komentar Facebook
0 Komentar Blogger

Tidak ada komentar:

Posting Komentar